SELAMAT DATANG DI WEBSITE MUSYAROFAH

Minggu, 08 Mei 2011

KE UTAMAAN HARI JUM’AT

KE UTAMAAN HARI JUM’AT


( SYAYIDDUL AYYAM / PEMIMPIN HARI )
Diceritakan bahwa Nabi Musa As pergi ke sebuah gunung yang bernama gunung Baitul maqdis. Kemudian nabi musa melihat  sebuah kaum yang menyembah Alloh SWT dengan sungguh sungguh. Maka Nabi Musa A.S bertanya kepada kaum tersebut. Kemudian kaum tersebut  menjawab
“ Kami adalah  dari umatmu, kami disini  sudah menyembah Alloh SWT dengan sungguh sungguh selama 70 tahun. Pakaian yang kami kenakan adalah adalah pakaian sabar, makanan yang kami makan adalah tubuhan, dan kami minum adalah air hujan.”
Maka senanglah hati nabi musa mendengar peryataan umatnya.
Kemudian Alloh SWT memberikan wahyu kepada Nabi Musa A.S
“ Hai Musa untuk kaum Nabi Muhammad SAW sehari  didalamnya  2 rekaat  itu lebih baik  dari pada semua itu”
Nabi Musa bertanya      : ya tuhanku hari apakah itu ?
Alloh berfirman : hari jum’at
Maka nabi musa mengharap akan hari itu…
Alloh berfirman : Hai Musa hari sabtu adalah hari untukmu dan hari minggu untuk           nabi Isa a.s. ,hari senin unutk Nabi Ibrahim A.S, hari selasa untuk nabi ZAkaria      A.S, hari  rabu untuk Nabi Yahya A.S hari kamis untuk Nabi  Adam A.S . dan       hari jumat adalah untuk nabi Muhammad SAW dan untuk umatnya.
Maka Nabi Musa A.S pun heran atas keutamaan umatnya nabi Muhammad SAW
Dari nabi SAW bersabda:telah datang kepadaku
“Malaikat jibril as dan di sayapnya terdapat cermin yang putih dan
malaikat jibril Berkata’hari Ini Adalah Hari Jumat‘menentukan Atasmu [Muhammad] Tuhanmu  untukmu sebagai hari raya untuk umatmu.
Ditengah sayap  malaikat jibril terdapat titik maka nabi SAW bertanya “ apakah titik ini ?” malaikat jibril menjawab” ini adalah  waktu dari 24 jam, barang sapa yang berdoa kepada alloh diwaktu itu maka alloh akan mengabulkan doa orang itu.
DAN HARI JUMAT ADALAH  PEMIMPINYA HARI.
Di ceritakan dari nabi SAW beliau bersabda :
Ketika datang hari jumat maka  alloh mengutus malaikat-Nya kemuka bumi , ditangan mereka  ada pulpen yang terbuat dari emas dan kertas yang terbuat dari perak. Maka berhentilah malaikat di muka pintu masjid, mereka menulis  nama orang yang yang masuk kedalam masjid dan sholat jum’at .ketika manusia selesai dari sholat jum’at maka  malaiakat pulang ke langit dan berkata :
“ Hai Tuhanku  kami sudah menulis nama orang yang masuk kedalam masjid dan                                   sholat jum’at.
ALloh SWT berfirman :
“ Hai malaikat-KU demi muliannya dzatku dan demi luhurnya dzatku,    sesungguhnya aku telah mengampuni dosa mereka. Dan tidak ada atas sesuatu       dari dosa mereka.
Sabda Nabi Saw :” barang siapa yang datang jum’atan di waktu yang pertama, maka seperti ia telah berqurban unta , barang siapa yang datang jum’atan di waktu yang kedua maka seperti ia telah berqurban sapi, barang siapa yang datang jum’atan di waktu yang ketiga maka seperti ia telah berqurban kambing, barang siapa yang datang jum’atan di waktu yang keempat, maka seperti ia telah meberi hadiah seekor jago. barang siapa yang datang jum’atan di waktu yang kelima maka ia seperti memberi hadiah  sebutir telur.
Maka  ketika imam masuk mimbar maka  ditutuplah buku dari perak tersebut  dan diangkatlah pena emasnya. Kemudian berkumpulah malaikat disisi mimbar  untuk  mendengarkan Khutbah. Barang siapa yang datnag setelah waktu  khutbah maka  mereka hanya menetapi haknya sholat jum’at.
Dan diucapkan awal bid’ah  dalam islam adalah meninggalkan  berpagi pagi dalam berrangkat ( munuju ) masjid.
Dari sebuah atsar dijelaskan:
Sesungguhnya malaikat  itu kesepian  seorang hamba ( manusia )  ketika mereka mengakhirkan dari waktu sholat jum’at. Dan malaikat berdoa: “ Ya Alloh Jika  mereka mengakhirkan  jum’atan karena  dia fakir maka kayakanlah mereka. Jika dia sakit semoga engkau menyembuhkannya. Jika  dia malas maka semangatkanlah dia  dalam beribadah. Jika dia bermain main maka condongkanlah dia dalam ketaatan. Dan ketika zaman  yang awal ( masa awal islam ) setelah fajar  jalan jalan dipenuhi manusia yang berjalan dengan lampu menuju masjid jami’ seperti hari raya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar